Selasa, 19 Januari 2016

Sejarah Teh

angsa Cina telah minum teh selama 5.000 tahun. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda . Legenda yang paling terkenal adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung (diucapkan ‘Shay-Nung'). Penemuan teh olehnya belum ditempatkan secara tepat dalam sejarah, yaitu pada tahun 2737 sebelum masehi.
Selama ribuan tahun, bangsa Cina meminum teh untuk kesehatan dan kenikmatan. Tidak seorangpun tahu apa yang menyebabkan mereka tertarik dengan daun hijau serta mengkilap dari Camellia sinensis , tetapi legenda popular dapat memberi pengetahuan kepada kita.
Pada suatu hari, ketika Kaisar Shen Nung akan minum air mendidih, beberapa daun dari pohon yang menjuntai tertiup angin dan jatuh di panci berisi air mendidih tersebut. Sang Kaisar ingin tahu dan memutuskan untuk mencicipi air rebusan yang tidak menyerupai minuman tersebut. Kaisar menemukan air rebusan itu sedap dan menyegarkan tubuh.
Legenda dari India menghubungkan penemuan teh dengan biarawan Bodhidharma. Sang biarawan sangat kecapekan setelah mengakhiri pertapaannya selama 7 tahun. Dalam keputus-asaan dia mengunyah beberapa daun yang tumbuh didekatnya, yang dengan serta-merta menyegarkannya kembali.
India saat ini merupakan penghasil teh terbesar di dunia, tetapi tidak ada catatan sejarah mengenai minum teh di India sebelum abad kesembilan belas. Eksperimen dari Bodhidharma mengunyah teh tidak pernah disebarkan kepada masyarakat umum pada saat itu.
Mitologi lain dari Jepang mengenai biarawan yang bertapa, Bodhidharma, menjelaskan bagaimana ia membuang kelopak matanya yang berat ke tanah karena merasa frustasi tidak mampu untuk tetap terjaga. Pohon teh tumbuh dimana ia membuang kelopak matanya. Dedaunan dari pohon yang baru tumbuh ini secara ajaib menyembuhkan kepenatannya.
Teh bukan asli dari Jepang, maka mitologi ini tidak memberikan penjelasan untuk keberadaanya secara mendadak di Jepang. Realitanya kurang beragam: di awal abad kesembilan, seorang biarawan dari Jepang yang pulang dari pengembaraan, bernama Dengyo Daishi membawa biji tanaman teh dari Cina.
Metode pembuatan teh dengan panci terbuka yang diperkenalkan oleh Kaisar Shen Nung terbukti setelah sekian lama waktu berjalan. Hal tersebut membutuhkan waktu 4.000 tahun sebelum metode pembuatan teh yang kita kenal sekarang dikembangkan.
Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), bangsa Cina mulai membuat teh dengan air mendidih. Dengan sedikit adaptasi, tempat penuang anggur tradisional dari China yang menggunakan penutup menjadi teko teh yang sempurna.


Teh

‘Teh' dengan segala variasinya di dunia dalam pengejaan dan pengucapan berasal dari sumber tunggal. ‘ Te ', berarti ‘teh' dalam dialek Cina Amoy. Bahasa Cina nasional dari kata teh, ‘cha ', juga menghasilkan beberapa turunan kata lain di dunia.
Teh masuk ke Eropa pada awal abad ketujuhbelas. Dibandingkan kelebihan teh dalam hal pengobatan, bangsa Eropa lebih memilih aroma kopi. Hanya diantara beberapa golongan kecil dari kaum bangsawan, yang mempopulerkan teh.

Masuknya Teh ke Eropa

Pada awal abad ketujuh belas pedagang dari bangsa Belanda dan Portugis pertama kali memperkenalkan teh ke Eropa. Pedagang Portugis mengirimkan dengan kapal dari pelabuhan Cina, Macau, sedangkan pedagang Belanda membawanya dari Indonesia ke Eropa.
Minuman baru yang datang bersamaan dengan muatan sutera dan rempah-rempah ini tidak mengalami sukses dalam sekejap.
Bangsa Eropa mencicipi teh, tetapi mereka lebih memilih aroma kopi. Sedangkan pedagang Inggris menunggu hingga tahun 1652 sebelum akhirnya mulai memperdagangkan teh.
Bangsa Rusia merupakan penggemar awal teh. Teh yang mereka konsumsi datang melalui jalur darat dari Cina menggunakan kereta yang ditarik oleh unta.
Ketika penggemar teh di Rusia meningkat, barisan unta yang membawa teh semakin memanjang.
Pada akhir abad kedelapan belas, beberapa ribu kereta yang ditarik unta, kira-kira 200-300 kereta pada satu saat menyeberangi perbatasan Cina.
Jalur kereta api lintas Siberia menggantikan kereta yang ditarik unta, tetapi perjalanan romantik tersebut menyisakan ingatan yang popular atas campuran lembut teh hitam Cina yang terkenal sebagai Karavan Rusia. 

Manfaat Teh Secara Umum

Manfaat teh cukup banyak sekali untuk kesehatan dan beberapa khasiatnya juga dimanfaatkan untuk kecantikan.
1. Teh Untuk Melarutkan Lemak
Kandungan essential oil yang terdapat pada teh daapt memberikan manfaat untuk melarutkan lemak dan melancarkan pencernaan.
2. Menurunkan Berat Badan
Terkait berat badan, sebuah studi pada tahun 2011 diJournal Obesity menemukan bahwa tikus yang diberikan diet tinggi lemak dan diberikan senyawa yang terdapat pada teh hijau memiliki laju pertumbuhan berat badan yang lebih lambat dibandingkan pada tikus yang tidak di berikan senyawa tersebut.
Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau benar-benar dapat mengganggu pembentukan lemak dalam tubuh yang dapat menambah berat badan. Namun penting untuk anda ketahui bahwa teh hijau instan harus di hindari, karena banyak mengandung gula, lebih baik merebus sendiri teh hijau buatan anda.
3. Mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke
Kandungan polifenol pada teh dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan gula darah, yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit jantung dan stroke. Gumpalan darah yang tidak diinginkan terbentuk dari kolesterol, dalam jumlah besar akan menyebabkan serangan jantung dan stroke. Kandungan flavonoid quercetin, kaempferol, dan myricetin pada teh dapat menurunkan tekanan darah dan pengerasan arteri yang berbanding lurus kesehatan jantung.
Minum teh dapat membantu menjaga arteri anda agar bebas dari sumbatan, hal ini juga dapat membuat buang air kecil akan lebih teratur. Sebuah studi dari Belanda menemukan bahwa minum 2-3 cankir teh hitam setiap hari  mengurangi risiko 70 % terkena serangan jantung fatal dari pada orang yang tidak meminum teh.
4. Melindungi Tulang
Sebuah penelitian yang membandingkan antara peminum teh dengan non-peminum, menemukan bahwa orang yang minum teh selama 10 tahun atau lebih memiliki tulang kuat, bahkan setelah disesuaikan untuk usia, berat badan, olahraga, merokok dan faktor risiko lainnya. Para peneliti berpendapat bahwa kandungan phytochemical merupakan zat yang dapat membantu melindungi tulang ini.
5. Mencegah Kanker
Polifenol, antioksidan yang ditemukan dalam teh memiliki efek melawan kanker. Namun untuk manfat teh yang satu ini masih belum begitu meyakinkan karena masih terdapat beberapa penelitian yang memberikan dampak positif dan dampak negatifnya.
6. Meningkatkan metabolisme tubuh
Teh hijau mengandung polifenol katekin bermanfaat meningkatkan pengeluaran energi dalam tubuh karena bersifat menghangatkan tubuh (thermogenesis). Lemak yang dengan cepat teroksidasi dan sensivitas insulin membantu peningkatan metabolisme pada tubuh.
7. Meningkatkan kesehatan gigi
Polifenol sangat efektif sebagai pembunuh bakteri akibat plak yang menempel pada gigi. Plak pada gigi menyebabkan gigi berlubang dan menyebabkan masalah juga pada gusi.
8. Menghilangkan Kantuk
Teh memiliki kandungan kafein yang sudah kita ketahui bersama dapat mengurangi rasa kantuk, bahkan sampai malam hari. Tidak heran jika anda kesulitan tidur karena mengkonsumsi teh dalam jumlah yang tinggi di siang hari.
9. Mencegah Diabetes
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 meninjau berbagai teh berkafein menemukan bahwa kafein dalam teh dapat membantu dalam mengurangi risiko terkena diabetes.
10. Meningkatkan Mood (moodd booster)
Anda stress ? atau sedang tidak mood ? Secangkir teh hitam adalah senjata ampuh yang anda butuhkan. Suatu penelitian menyimpulkan bahwa teh hitam benar-benar membantu dalam mengurangi kadar hormon stres pada partisipan studi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa enam bulan konsumsi teh hitam menurunkan tekanan darah sistolik.
11. Melawan radikal bebas
Teh memiliki kandungan ORAC (oxygen radical absorbance capacity) yang cukup tinggi, hal ini adalah salah satu cara untuk menghancurkan radikal bebas (yang dapat merusak DNA) dalam tubuh manusia. Kerusakan yang ditimbulkan dari radikal bebas ini dapat dikaitkan dengan kanker, penyakit jantung dan degenerasi saraf.

Manfaat Teh Bagi Kesehatan

Teh dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, diseduh dengan air panas atau ditambah dengan es bahkan ada jenis daun teh yang dapat dimakan. Bila dibandingkan dengan jenis minuman lain, teh ternyata lebih banyak manfaatnya.
Mencegah Kanker
Mencegah risiko terjadinya penyakit kanker. Polyphenol yang terdapat dalam teh hijau merupakan antioksidan paling potensial. Di mana dia mencegah penyebaran dan pertumbuhan sel kanker dalam darah. 
Perawatan Kulit
Teh ini merupakan antiseptik alami untuk mengatasi gatal dan bengkak-bengkak. Taruh sejumput teh hijau pada kulit yang mengalami radang, terbakar sinar matahari, noda kehitaman maupun di kelopak mata, dan rasakan kesejukannya.
Menstabilkan Tekanan Darah
50 persen orang yang mengkonsumsi teh hijau, jarang terkena tekanan darah tinggi dibanding mereka yang tidak pernah meminumnya. Ternyata polyphenols-lah yang berjasa sekali lagi. Teh juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah terjadinya stroke.
Menjaga Daya Ingat
Teh ternyata bisa menjaga penurunan fungsi otak. Mereka yang minum dua gelas sehari terhindar dari masalah kognitif dibanding mereka yang jarang meminumnya. Teh ini mengandung antioksidan tinggi yang bisa melawan radikal bebas yang menyerang otak, penyebab penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Menurunkan Berat Badan
Minum teh bisa membantu proses pembakaran kalori sehingga dapat menurunkan berat badan.
Itulah beberapa manfaat khasiat teh dan kandungannya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh yang perlu kita ketahui untuk pengobatan tradisional alami.

Membuang Kolesterol Jahat

Teh hijau mampu mengurangi kolesterol jahat dalam darah dan meningkatkan rasio kolesterol baik yang ada dalam tubuh anda.

Mencegah Depresi

Theanine adalah asam amino alami yang ditemukan dalam daun teh. Ini adalah zat yang diperkirakan memberikan efek santai dan penenang dan menjadi manfaat besar bagi peminum teh.

Manfaat Teh Bagi Kecantikan

Ternyata bukan hanya dengan meminum teh anda akan memperoleh manfaat teh untuk kecantikan kulit anda, ampas teh pun dapat anda manfaatkan untuk perawatan kulit wajah anda. Menarik bukan, nikmati tehnya dan manfaatkan pula ampasnya.
Berikut kami akan berbagi info untuk anda bagaimana cara memanfaatkan ampas teh untuk perawatan kecantikan kulit wajah dan kesehatan kulit kepala anda.

1. Mencerahkan kulit wajah

Jika anda mencari solusi untuk mengatasi wajah kusam anda maka ampas teh dapat menjadi jawabannya. Ampas teh dapat mencerahkan kulit wajah anda karena dapat menghilangkan flek hitam dan kotoran akibat debu dan polusi yang menempel pada wajah anda serta mengangkat sel kulit mati.
Caranya adalah gunakan ampas teh secukupnya lalu balurkan keseluruh permukaan wajah anda dan pijitlah dengan lembut secara perlahan kemudian diamkan selama 5 menit dan bilas dengan air hingga bersih. Lakukan setiap hari secara rutin dan waktu yang terbaik adalah di malam hari sebelum anda tidur atau di pagi hari sebelum anda mandi.

2. Mengatasi Jerawat

Mungkin anda memiliki masalah dengan jerawat dan telah mencoba beberapa produk kosmetik tetapi jerawat anda belum teratasi, tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk menggunakan ampas teh untuk perawatan kulit berjerawat anda. Selain lebih ekonomis dan efisien juga ampas teh merupakan bahan alami sehingga tidak memiliki efek samping.
Caranya cukup mudah, anda hanya perlu mengambil ampas teh dan campurkan dengan air secukupnya hingga berbentuk masker. Oleskan pada kulit wajah anda yang berjerawat dan diamkan selama 5 menit lalu bilas dengan air hangat hingga bersih. Lakukan setiap hari hingga jerawat anda hilang.

3. Mengencangkan kulit

Anda ingin memiliki kulit wajah yang kencang? Tentu iya jawabannya. Nah salah satu perawatan untuk mendapatkan kulit kencang adalah dengan menggunakan ampas teh.
Caranya adalah balurkan ampas teh secara merata pada wajah anda ketika anda akan tidur dan biarkan semalaman hingga keesokan paginya. Untuk menghilangkan ampasnya cucilah wajah anda dengan air hangat pada bilasan pertama kemudian bilasan kedua gunakanlah air biasa. Lakukanlah 3 kali seminggu untuk hasil yang optimal.

4. Menghilangkan Kantung Mata

Jika anda sering begadang atau sering berada di depan monitor komputer selama berjam-jam sehingga mengakibatkan anda memiliki kantung mata, ampas teh juga bisa digunakan untuk mengatasi kantung mata anda.
Caranya adalah ambillah teh celup bekas yang telah anda seduh sebelumnya (tentunya celup bekasnya telah dingin) lalu masukkan ke dalam kain beserta beberapa es batu kecil kemudian kompreskan pada masing-masing mata anda kiri dan kanannya. Denga cara ini maka kantung mata anda akan berangsur-angsur hilang.

5. Mencegah Rambut Rontok

Tidak sedikit wanita yang memiliki masalah dengan rambut rontok, rambut rontok dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya penggunakan hair dryer,cat rambut, sinar matahari ataupun faktor keturunan. Tidak ada salahnya mencoba perawatan rambut untuk mengatasi rambut rontok anda dengan menggunakan ampas teh.
Caranya adalah campurkan air dan teh basi secukupnya untuk membilas rambut anda sehabis keramas setiap pagi. Dengan pemakaian yag rutin setiap keramas maka rambut anda akan berkilau dan akar-akar rambutpun menjadi kuat dan rambut anda tidak akan rontok lagi.

6. Menghilangkan Ketombe

Ternyata selain mengatasi rambut rontok, ampas teh pun bisa digunakan untuk menghilangkan ketombe pada kulit kepala anda. Caranya hampir sama yakni pertama-tama campurkan ampas teh dengan air secukupnya. Jika pada rambut rontok anda menggunakannya untuk membilas rambut anda setelah keramas, sedangkan untuk rambut berketombe siramkan air campuran ampas teh tersebut ke kulit kepala anda sebelum keramas.
Pijatlah dengan lembut hingga menyerap dan biarkan selama kurang lebih 10 menit dan lanjutkan dengan keramas dengan menggunakan shampo seperti biasa. Anda dapat melakukan nya 3 kali seminggu untuk hasil yang maksimal.

Jenis-jenis Teh

Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal beberapa macam jenis teh, yaitu:
*Teh Hitam (Black Tea)
Teh hitam mudah dikenali di pasaran karena warnanya hitam dan paling luas dikonsumsi. Dalam proses pengolahan diberi kesempatan penuh terjadi fermentasi (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin) yang akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan dan dengan proses pengeringan berubah menjadi hitam.
* Teh Oolong
Umumnya diproduksi dari tanaman teh yang tumbuh di daerah semi tropis. Prosesnya sama seperti teh hitam, namun proses fermentasinya hanya sebagian (lebih singkat sekitar 30-70% dan perubahan berlangsung setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan beberapa senyawa turunannya) sehingga warna dan aromanya di antara teh hitam dan teh hijau.
* Teh Merah (Red Tea)
Di Afrika Selatan, teh merah adalah sebutan untuk teh roibos, yang termasuk dalam golongan teh herbal. Teh merah dihasilkan melalui proses semifermentasi.
* Teh Hijau (Green Tea)
Daun teh tidak diberi kesempatan fermentasi (hampir tidak mengalami proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya masih hijau juga masih mengandung tanin yang relatif tinggi.
* Teh Putih (White Tea)
Merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih.
* Teh Kuning (Yellow Tea)
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.
* Teh Bunga atau Teh Melati (Jasmine Tea)
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (H­eung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.
Mutu teh merupakan kumpulan sifat yang dimiliki oleh teh, baik sifat fisik maupun kimianya. Kedua sifat ini telah dimiliki sejak masih berupa pucuk teh maupun diperoleh sebagai akibat teknik penanganan dan pengolahan yang dilakukan.

Pengenalan Teh

Camellia sinensis adalah tanaman teh, spesies tanaman yang daun dan pucuk daunnya digunakan untuk membuat teh. Tumbuhan ini termasuk genus Camellia, suatu genus tumbuhan berbunga dari famili Theaceae. Teh putih, teh hijau, oolong dan teh hitam semuanya didapat dari spesies ini, namun diproses secara berbeda untuk memperoleh tingkat oksidasi yang berbeda. Kukicha (teh ranting) juga dipanen dari Camellia sinensis, namun tidak memakai daun melainkan ranting.
Nama sinensis dalam bahasa Latin berarti Cina. Sedangkan Camelliadiambil dari nama Latin Pendeta Georg Kamel, S.J (1661 - 1706), seorang pendeta kelahiran Ceko yang menjadi seorang pakar botani dan misionaris. Meskipun Kamel tidak menemukan maupun menamai tumbuhan ini,Carolus Linnaeus, pencipta sistem taksonomi yang masih dipakai hingga sekarang, memilih namanya sebagai penghargaan atas kontribusi Kamel terhadap sains. Nama lama untuk tumbuhan teh ini termasuk Thea bohea,Thea sinensis, dan Thea viridis.

Minggu, 15 November 2015

Pengolahan Teh di Indonesia

Proses Pengolahan Teh Secara Umum
Pengolahan daun teh dimaksudkan untuk mengubah komposisi kimia daun teh segar secara terkendali, sehingga menjadi hasil olahan yang dapat memunculkan sifat-sifat yang dikehendaki pada air seduhannya, seperti warna, rasa, dan aroma yang baik dan disukai. Teh di Indonesia ada tiga jenis berdasarkan cara pengolahannya, yaitu teh hitam (black tea/fermented tea), teh hijau (green tea/unfermented tea), dan teh wangi (jasmine tea). Sedangkan di Taiwan ada satu jenis lagi, yaitu teh oolong (semifermented tea) yang merupakan hasil dari proses pengolahan peralihan antara teh hijau dan teh hitam (Nazaruddin,1993).
Pengolahan Teh Hijau
Pengolahan teh hijau di Indonesia telah dikenal sejak lama namun dilaksanakan dengan peralatan dan teknologi yang sederhana. Teh hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses fermentasi. Tahapan pengolahan teh hijau yang baik dan benar terdiri dari pelayuan, penggulungan, pengeringan, dan sortasi kering (Setyawidjaja, 2000).
1. Penyediaan Bahan Baku
Kegiatan penyediaan bahan baku ini meliputi pemetikan, pengangkutan dan penerimaan pucuk.
a. Pemetikan
Pemetikan adalah pekerjaan memungut sebagian dari tunas-tunas teh beserta daunnya yang masih muda. Pemetikan berfungsi juga sebagai usaha membentuk kondisi tanaman agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan (Setyawidjaja, 2000).
Jenis petikan menurut waktunya ada tiga, yaitu:
  • Petikan jedangan
    Petikan jedangan merupakan petikan yang dilakukan sekitar 2-3 bulan setelah tanaman dipangkas.
  • Petikan biasa
    Setelah 2-2,5 bulan dilakukan petikan jedangan, maka akan tumbuh tunas tersier dan bentuk tanaman akan rata. Saat itulah dilakukan petikan biasa atau petikan produksi. Giliran petik sebaiknya dilaksanakan antara 10-11 hari dan berlangsung sampai dilakukan pemangkasan berikutnya.
  • Petikan gendesan
    Tanaman yang terus-menerus dipetik akan semakin menurun produksinya. Untuk mempertahankannya, maka dilakukan pemangkasan. Jarak pemangkasan ini berjarak 3 tahun setelah pemangkasan pertama. Sebelum diadakan pemangkasan biasanya masih terdapat pucuk-pucuk yang masih bisa dipetik. Pemetikan pucuk-pucuk tersebut disebut pemetikan gendesan (Nazaruddin, 1993).b.
b. Pengangkutan Pucuk
Pengangkutan pucuk merupakan kegitan mengangkut pucuk dari kebun ke pabrik. Sebelum melaksanakan proses pengolahan, pucuk teh harus dalam keadaan baik, artinya keadaannya tidak mengalami perubahan selama pemetikan sampai ke lokasi pengolahan. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan teh yang bermutu tinggi. Oleh karena itu, proses pengangkutan memilki peranan yang sangat penting (Nazaruddin, 1993).
Menurut Anonymous (1993), hal yang dilakukan untuk mencegah kerusakan daun untuk antara lain:
  1. Jangan terlalu menekan daun agar daun tidak terperas.
  2. Dalam membongkar daun, jangan menggunakan barang-barang dari besi atau yang tajam agar daun tidak sobek atau patah.
  3. Hindari terjadinya penyinaran terik matahari dalam waktu lama, lebih dari 3 jam.
  4. Jangan menumpuk daun sebelum dilayukan dalam waktu yang lama (daun segera dilayukan)
c. Penerimaan Pucuk
Pucuk yang sudah sampai di pabrik harus segera diturunkan dari truk untuk menghindari kerusakan pucuk, selanjutnya pucuk akan segera ditimbang dan diangkut ke whitering through untuk dilayukan.
2. Proses Pengolahan Teh Hijau
Untuk mendapatkan teh hijau dengan kualitas yang baik sesuai dengan standar mutu permintaan pasar, diperlukan suatu program pengolahan yang benar, terarah, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengolahan yang efisien dan berkesinambungan. Disamping itu, diperlukan bahan baku (pucuk) yang bermutu tinggi minimal 60% halus (muda) dan kerusakan pucuk serendah mungkin (5%). Tahapan pengolahan teh hijau terdiri dari pelayuan, penggulungan, pengeringan, sortasi kering, serta pengemasan.
  • Pelayuan
Pelayuan pada teh hijau bertujuan untuk menginaktifkan enzim polifenol oksidase dan menurunkan kandungan air dalam pucuk, agar pucuk menjadi lentur dan mudah digulung. Proses pelayuan dilakukan sampai pada tahap layu tertentu, yang sifat pelayuannya berbeda dibanding dengan cara pelayuan teh lokal.
Pelayuan dilaksanakan dengan cara mengalirkan sejumlah pucuk secara berkesinambungan kedalam alat pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas dengan suhu pelayuan 80-100oC. Selama proses pelayuan berlangsung dalam rotary panner, terjadi proses penguapan air baik yang terdapat di permukaan maupun yang terdapat didalam daun. Uap air yang terjadi harus secepatnya dikeluarkan dari ruang roll rotary panner, untuk menghindari terhidrolisanya klorofil oleh uap asam-asam organik.
  • Penggulungan
Penggulungan pada pengolahan teh hijau bertujuan membentuk mutu secara fisik, karena selama penggulungan, pucuk teh akan dibentuk menjadi gulungan-gulungan kecil dan terjadi pemotongan. Proses ini harus segera dilakukan setelah pucuk layu keluar mesin rotary panner.
Penggulungan dilakukan satu kali agar tidak terjadi penghancuran daun teh yang terlalu banyak, yang dapat meningkatkan jumlah bubuk dengan mutu yang kurang menguntungkan. Lama penggulungan disesuaikan dengan tingkat layu pucuk, ukuran, tipe mesin penggulung serta mutu pucuk yang diolah. Lama penggulungan sebaiknya tidak lebih dari 30 menit dihitung sejak pucuk layu masuk mesin penggulung (Setyamidjaja, 2000).
  • Pengeringan
Pengeringan pada teh hijau bertujuan untuk menurunkan kadar air dari pucuk yang digulung hingga 3-4%, memekatkan cairan sel yang menempel di permukaan daun sampai berbentuk seperti perekat, dan memperbaiki bentuk gulungan teh jadi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dua tahap pengeringan, masing-masing menggunakan mesin yang berbeda.
Mesin pengering pertama disebut ECP (Endless Chain Pressure) Dryer. Pada mesin pengering ini, suhu diatur supaya suhu masuk 130-135oC dan suhu keluar 50-55oC dengan lama pengeringan 25 menit. Pada pengeringan pertama ini, jumlah air yang diuapkan mencapai 50% dari bobot pucuk, sehingga hasilnya baru setengah kering dengan tingkat kekeringan 30-35%.
Pada pengeringan tahap kedua digunakan mesin pengering Rotary Dryer tipe Repeat Rool. Maksud pengeringan kedua adalah untuk menurunkan kadar air sampai 3-4% serta memperbaiki bentuk gulung teh keringnya. Pengeringan dalam rotary dryer menggunakan suhu tidak lebih dari 70oC dengan lama pengeringan 80-90 menit, dan putaran rotary dryer 17-19 rpm. Untuk memperoleh hasil pengeringan yang baik selain ditentukan oleh suhu dan putaran mesin juga ditentukan oleh kapasitas mesin pengering. Kapasitas per batch mesin pengering ditentukan oleh diameter mesin itu. Rotary dryer yang rollnya berdiameter 70 cm, mempunyai kapasitas pengeringan sebesar 40-50 kg teh kering, dan untuk roll yang berdiameter 100 cm kapasitasnya 60-70 kg teh kering (Setyamidjaja, 2000).
  • Sortasi Kering
Teh yang berasal dari pengeringan ternyata masih heterogen atau masih bercampur baur, baik bentuk maupun ukurannya. Selain itu teh masih mengandung debu, tangkai daun dan kotoran lain yang sangat berpengaruh terhadap mutu teh nantinya. Untuk itu, dibutuhkan proses penyortiran atau pemisahan yang bertujuan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran teh yang saragam sehingga cocok untuk dipasarkan dengan mutu terjamin (Nazaridin dan Paimin, 1993).
Sortasi kering bertujuan untuk memisahkan, memurnikan dan membentuk atau mengelompokkan jenis mutu teh hijau dengan bentuk ukuran yang spesifik sesuai dengan standar teh hijau. Pada prinsipnya, sortasi kering teh hijau adalah :
  1. memisahkan keringan teh hijau yang banyak mengandung jenis mutu ekspor,
  2. memisahkan partikel-partikel yang mempunyai bentuk dan ukuran yang relatif sama kedalam beberapa kelompok (grade), kemudian memisahkannya dari tulang-tulang daunnya,
  3. melakukan pemotongan dengan tea cutter bagian-bagian teh yang ukurannya masih lebih besar dari jenis mutu yang dikehendaki,
  4. setelah hasil sortasi teh hijau terkumpul menjadi beberapa jenis dilakukan polishing dengan menggunakan mesin polisher,
  5. hasil sortasi ini dikelompokkan kedalam jenis-jenis mutu teh hijau sesuai dengan mutu yang ada (Setyamidjaja, 2000).
  • Penyimpanan dan Pengemasan
Penyimpanan dan pengemasan mutlak dilakukan mengingat teh yang baru dihasilkan belum bisa langsung di pasarkan. Selain jumlahnya masih sedikit, teh yang baru disortasi masih perlu didiamkan agar kelembaban teh bisa terkontrol. Proses ini terutama hanya untuk menjaga aroma teh yang harum (Nazaruddin, 1993).
Pengemasan teh hijau dilakukan dengan bahan pembungkus kantong kertas yang didalamnya dilapisi aluminium foil. Untuk memasarkannya teh hijau biasa dikemas dalam kantong kertas atau kantong plastik dengan ukuran kemasan bervariasi (Setyamidjaja, 2000). Menurut Bambang (1994), tujuan pengemasan teh adalah:
  1. Melindungi produk dari kerusakan.
  2. Memudahkan transportasi.
  3. Efisien dalam penyimpanan di gudang.
  4. Dapat di gunakan sebagai alat promosi.
Pengolahan Teh Oolong
Teh Oolong adalah varietas teh yang semi-fermentasi antara teh hijau dan teh hitam, teh ini berasal dari Cina. Teh Oolong memiliki penampakan yang unik, yaitu daun tehnya kelihatan seperti digulung menjadi bentuk mirip bola kecil dan berwarna hijau tua, Sedangkan teh oolong yang telah diseduh berwarna kuning keemasan terang dengan aroma yang kuat dan harum (Anonymous, 2009).
Proses pembuatan teh oolong dimulai dari proses pemetikan daun dari tanaman teh. Daun yang dipetik adalah dua daun yang terletak paling pucuk untuk menghasilkan teh yang berkualitas tinggi. Daun yang telah dipetik dikeringkan dengan sinar matahari secara tidak langsung selama satu jam. Kemudian daun dipindahkan ke dalam ruangan untuk proses pelayuan selama 6 jam. Setelah dilayukan dilakukan pengeringkan. Proses pengeringan berlangsung selama 5 menit dengan dimasukkan ke dalam lorong panas dengan suhu 3300C. Setelah itu daun teh mengalami proses penggulungan. Proses penggulungan berlangsung selama 10 menit. Kemudian dilakukan perajangan atau pemotongan. Kemudian dikeringkan lagi sampai kadar air betul-betul minimal.
Pengolahan Teh Hitam
Pengolahan teh hitam umumnya terdiri dari dua cara yaitu CTC dan Ortodok. Pengolahan CTC meliputi proses Crush Tear & Curl dimana daun layu diputar diantara putaran dua rol dengan arah yang berbeda. Pengolahan teh dengan cara CTC proses fermentasi berjalan dengan sempurna. Pengolahan dengan cara orthodox dimana
daun layu diputar dengan roll orthodox yang telah didesain dimana daun dihancurkan dan dipotong sehingga dapat memecahkan isi sel daun. Pematangannya hampir sama dengan proses CTC tetapi proses ini akan menghasilkan teh dengan aroma dan flavor yang lebih bagus (Polli, 2001).